Selasa, 27 Februari 2018

EKONOMI MAKRO



EKONOMI MAKRO

A.    PENGERTIAN EKONOMI MAKRO
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia dalam usahanya memenuhi kebutuhan – kebutuhannya mengadakan pemilihan diantara berbagai alternative pemuas kebutuhan yang relative terbatas.
Ilmu ekonomi makro adalah suatu studi tentang aktifitas ekonomi secara agregat. Aktifitas ekonomi agregat adalah kinerja perekonomian keseluruhan (perekonomian secara agregat).

B.     POKOK-POKOK MASALAH ILMU EKONOMI

Masalah pokok perekonomian adalah terbatasya alat pemuas. Sehingga dua masalah pokok yang harus dipecahkan yaitu:
1.      Kebutuhan manusia
2.      Masalah kelangkaan
Masalah kelangkaan atau kekurangan berlaku sebagai akibat dari ketidakseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat.
Kelangkaan SDA tersebut disebabkan hal-hal sebagai berikut:
·         Keterbatasan SDA
·         Bencana alam
·         Pertumbuhan penduduk
·         Perlambatan penerimaan teknologi
·         Ketidaksabaran manusia
·          Terbatasnya kemampuan produsen

PERMASALAHAN DAN TUJUAN ILMU EKONOMI MAKRO

v  Permasalahan

·         Jangka Pendek

1.      Inflasi

2.      Pengangguran

3.      Ketimpangan dalam neraca pembayaran

·         Jangka Panjang

1.      Perekonomian dan peningkatan penduduk

2.        Kapasitas produksi

3.      Dana investasi


Tujuan Makro Ekonomi, adalah mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi melalui:
a)      Menstabilkan kegiatan ekonomi
b)       Mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja (kesempatan kerja) penuh tanpa inflasi
c)      Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang teguh
d)     Menghindari masalah inflasi

C.   MODEL EKONOMI MAKRO

Model ekonomi adalah suatu penyederhanaan dari kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam perekonomian. Penyederhanaan tersebut memperlihatkan hubungan antara variable dan beberapa variable-variabel lainnya, yang digunakan secara vebal, grafis, diagram, dan matematis.

·         Peluang teknologi
·         Siklus Arus Kegiatan Ekonomi
·           Pelaku-Pelaku Ekonomi Dalam Circular Flow:
Masyarakat pelaku ekonomi dapat dibagi dalam empat kelompok yaitu :
1.      Household atau rumah tangga konsumen (RTK)
a.       Sebagai pemilik atau pemasok sumber daya atau faktor produksi yang diperlukan kelompok pelaku ekonomi lainnya.
b.      Sebagai pemakai barang dan jasa yang dihasilkan oleh kelompok masyarakat lainnya.      Tujuan dari kegiatan pelaku RTK ini adalah untuk mencapai kesejahteraan 
2.      Bussineses atau Rumah Tangga Produsen (RTP)
a)      Sebagai penghasil atau pemasok barang-barang hasil produksi kelompok masyarakat lainnya.
b)      Sebagai pemakai faktor produksi/sumber daya dari RTK
c)      Sebagai pemakai input dan output dari RTLN
Tujuan dari kegaitan RTP adalah untuk mencari keuntungan maksimum.
3.       Government sector, Rumah Tangga Negara (RTN)
a.       Sebagai penghasil barang public
b.      Sebagai pemakai faktor produksi dari RTK dan dari luar Nebgeri (RTLN)
c.       Sebagai pemakai hasil produksi dari RTP dan RTLN
Tujuan dari kegiatan RTLN adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat secara umum.
4.      Foreign sector, Rumah Tangga Luar Negeri (RTLN)
a.       Sebagai penghasil barang dan jasa yang dibutuhkan kelompok pelaku kegiatan ekonomi        lainnya.
b.      Sebagai pemasok faktor produksi yang dibutuhkan kelompok pelaku ekonomi lainnya
c.       Sebagai pemakai barang dan jasa yang dihasilkan RTP
d.      Sebagai pemakai faktor produksi yang dimiliki RTK.
Tujuan dari kegaitan RTLN adalah mencari keuntungan dan kesejahteraan.
·           Model Circular Flow ekonomi dua sector
Model 2 Sektor yang disebut juga model perekonomian tertutup sederhana, dan terdiri dari dua rumah tangga yaitu;
1. Rumah Tangga Konsumsi ( RTK )
2. Rumah Tangga Produksi ( RTP )
Komponen – komponen pendapatan nasional atau produk nasional yang terdapat dalam analisis ekonomi dua sector adalah sebagai berikut;
1.      Konsumsi yang dinyatakan dengan lambang  “ K “
2.      Tabungan yang dinyatakan dengan lambang  “ S “
3.      Investasi yang  dikatakana dengan lambang “I “
Untuk mengatasi berbagai masalah ekonomi makro di suatu Negara dapat melalui berbagai kebijakan yaitu :
a.       Kebijakan Fisikal, merupakan kebijakan pemerintah untuk mengubah dan mengendalikan penerimaan dan pengeluaran pemerintah melalui APBN (Anggaran Penerimaan dan Pembelanjaan Negara) dengan maksud untuk mengatasi masalah yang sedang di hadapi. Bentuk kebijakan fisikal dapat dibagi dua yaitu :
1.      Untuk Jangka Pendek
·         membuat perubahan yang berkaitan dengan pembelanjaan/pengeluaran pemerintah,
·         membuat perubahan yang berkaitan dengan system pajak dan jumlah pajak yang di tetapkan.
2.      Untuk Jangka Panjang berupa
·         Kebijakan penstabilan otomatik, artinya menjalankan system pajakyang telah ada , misal : system pajak progresif dan proposional,
·          kebijakan fisikal diskresioner artinya kebijakan yang secara khusus membuat perubahan kepada system yang ada, missal : membuat undang-undang dll.
b.      Kebijakan Moneter merupakan kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral dalam mengatur dan mengendalikan uang yang beredar. Kebijakan bank sentral ini ada yang bersifat kuantitatif dan ada juga yang bersifat kualitatif.


EKONOMI MIKRO
Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjual belikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.
Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas di antara banyak penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar. Asumsi dan definisi

A.    Pelaku-Pelaku Ekonomi
Dalam perekonomian manapun, baik primitif maupun modern, baik kapitalis, sosialis maupun komunis, dapat dibedakan tiga kelompok pengambil keputusan ekonomi yang untuk selanjutnya kita sebut pelaku pelaku ekonomi atau subyek-subyek ekonomi. Ketiga kelompok pelaku pelaku ekonomi tersebut ialah :
1.      Rumah Tangga Keluarga
dapat berupa organisasi keluarga atau dapat pula berupa orang perorangan. Orang perorangan kita anggap sebagai rumah tangga keluarga beranggota tunggal.
a.       menjual atau menyewakan sumber-sumber daya yang mereka mi liki dengan mendapatkan pendapatan yang dapat berupa upah, gaji, sewa, bunga atau laba sebagai hasil penjualan atau hasil persewaan sumber-sumber daya mereka,
b.      membayar pajak, membeli dan mengkonsumsi barang-barang dan jasa-jasa pribadi yang dihasilkan oleh rumah-rumah tangga perusahaan, dan
c.       memanfaati jasa pemakaian barang-barang dan jasa-jasa publik yang disediakan oleh pemerintah.
2.      Rumah Tangga Perusahaan
Ada yang berbentuk perseroan terbatas, persekutuan komanditer, persekutuan dengan firma, perusahaan perseorangan, perusahaan negara, koperasi dan sebagainya lagi. Rumah-rumah tangga perusahaan, yang kita sebut juga produsen
a.       membeli sumber-sumber daya dan rumah-rumah tangga keluarga dan rumah tangga pemerintah,
b.      membayar pajak,
c.       memanfaati barang-barang dan jasa-jasa publik yang disediakan oleh pemerintah,
d.      menggunakan sumber-sumber daya seperti dimaksudkan di atas untuk menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa, dan
e.       menjual barang-barang dan jasa-jasa yang mereka hasilkan, kepada rumah-rumah tangga keluarga, rumah tangga pemerintah, dan juga kepada sesama rumah tangga perusahaan.
3.      Rumah-tangga pemerintah
Pelaku ekonomi ini, yang biasa hanya disebut pemerintah,
a.       membeli sumber-sumber daya, (untuk sistem perekonomian kita terutama sumber daya manusia), barang-barang dan jasa-jasa dan rumah-rumah tangga keluarga dan rumah-rumah tangga perusahaan,
b.      dengan sumber-sumber daya, barang-barang dan jasa-jasa yang dibelinya, rumah tangga pemerintah menghasilkan serta menya jikan jasa barang-barang publik untuk dapat dimanfaati oleh rumah-rumah tangga keluarga dan rumah-rumah tangga perusahaan,
c.       memungut pajak dan rumah-rumah tangga keluarga dan rumah rumah tangga perusahaan dengan maksud antara lain untuk membiayai pembelian barang-barang, jasa-jasa serta sumber-sumber daya yang diperlukan seperti yang dimaksudkan pada butir ke 1 di atas.
d.       Bertindak sebagai pengatur perekonomian, pemerintah berkewajiba :
1)      mengusahakan pembagian pendapatan nasional yang adil,
2)       mengusahakan tingkat pendapatan nasioñal dan tingkat kesempatan kerja yang tinggi,
3)      mengusahakan tingkat harga yang relatif stabil, dan
4)      mengusahakan pertumbuhan ekonomi yang memadai.
















PERMINTAAN DAN PENAWARAN
A.    Pengertian Permintaan (demand) dan Penawaran (supply)
Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu
Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar.

B.     Hukum Permintaan dan Penawaran
v  Hukum permintaan
Hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Dengan demikian hukum permintaan berbunyi:
“Semakin turun tingkat harga, maka semakin banyak jumlah barang yang tersedia diminta, dan sebaliknya semakin naik tingkat harga semakin sedikit jumlah barang yang bersedia diminta.”
v  Hukum penawaran
Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Dengan demikian bunyi hukum penawaran berbunyi:
“Semakin tingi harga, semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah tingkat harga, semakin sedikit jumlah barang yang bersedia ditawarkan.”

C.     Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)
1)      Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.
2)      Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.
3)       Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.
4)      Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.
5)      Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.
D.    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
1)      Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
2)      Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

3)      Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.
4)      Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.
5)      Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.















PENGANTAR ILMU EKONOMI

KESIMPULAN MATERI EKONOMI MAKRO, EKONOMI MIKRO, PERMINTAAN DAN PENAWARAN


Description: FB_IMG_1483444469109.jpg

DISUSUN OLEH :

NAMA                             : WAHYUNI USMAN
NIM                                 : 1613201010
DOSEN PEMBIMBING : NANI LIBRIANTI,SE,M.MA




PROGRAM STUDI S1 KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS PAHLAWAN
 TUANKU TAMBUSAI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ASPEK ETIK DAN HUKUM BAYI TABUNG DAN INSEMINASI

MAKALAH ETIKA DAN HUKUM KESEHATAN ASPEK ETIK DAN HUKUM BAYI TABUNG DAN INSEMINASI DISUSUN OLEH : NAMA                   ...